Category Archives: jejakubikel

Kali Ini Berbeda

“Bersikaplah biasa,” aku menguatkan hati, “Bersikap biasa seperti saat kami berpisah di depan loket keberangkatan beberapa bulan lalu.”

Aku terdiam sendiri. Bagaimana bisa? Walaupun saat itu dan kini sama-sama bernama perpisahan. Walau sama-sama bukan untuk selamanya. Tapi kali ini begitu berbeda.

“Kalaupun tak bisa, setidaknya jangan sampai ada air mata,” sedemikian rupa kucoba menguatkan hati.

Aku berdiri dari tempat dudukku, kemudian menyeret langkahku yang menggigil, semakin mendekat ke arahmu. Dari kejauhan, aku tahu kamu melihatku, juga melihat langkah gemetarku. Karena itu aku tak berani menatap ke arahmu, takut kita bersitatap dan meruntuhkan benteng pertahanan mataku.

Ini saat-saat terberat dalam hidupku. Menjabat tanganmu.

“Selamat menempuh hidup baru.”

Mempelai di sebelahmu tersenyum. Cantik.

On Jejakubikel:
http://t.co/ZpB8yav7

Trilogi Tak Sampai

09:52
Beberapa waktu silam kau sodorkan aku sekantong bibit bunga
Tanamlah di hatimu
Penuh sumringah kuraih kantong itu dan kupeluk erat-erat seakan takut dirimu berubah fikiran dan mengambilnya kembali

Segera saja, kutaburkan bibit itu ke seluruh penjuru
hatiku
Seketika batang-batang mungil dan dedaunannya menguasai seluruh permukaan
hatiku
Bahkan saat pertama kali durinya melukai,aku tersenyum
Tak masalah sampai kesekiankalipun
Karena ini pemberianmu

Hingga musim semi berlalu
terduduk aku di tepian hati
Menatapi
batang
daun dan
duri saja
dari bibit pemberianmu

10:00
Di sebuah pesta
tanpa sengaja kau tumpahkan segelas cinta
tepat di dadaku
Maaf
Sambil berusaha membersihkan bekasnya yang tak kunjung hilang
Hingga pesta berakhir
“Aku harus pergi
kekasihku sudah menunggu untuk diantarkan pulang”
Dirimu memohon diri

15:00
Kau tak akan sadar kupu-kupu yang kucuri darimu
Saat ini ia tersenyum-senyum sumringah
ditingkah cengkerama genggamku

Kau tak akan sadar kupu-kupu yang kucuri darimu
Entah karena terlalu banyak kupu-kupu
Atau dia tak pernah ada bagimu

@kekasihpuisi
Dalam ingatan