Monthly Archives: May 2014

Ribuan Detik Retrouvailles Bersamamu

Kita bertemu dan terlempar ke masa lalu
Mengenang kisah-kisah yang tak bisa membuat kita bersatu

~
Ketika itu mati lampu
Ketakutan tidak memberiku pilihan kecuali meneriakkan namamu
Kau datang menjagaku dalam kantuk
Debar tersemai saat itu, tumbuh menjelma siluetmu
Indah dalam gelap

~
Saat mengantarku pulang sebuah lagu kau perdengarkan
dan kita berputar memperpanjang rute jalan hanya untuk mengulangnya bersama

Tiba-tiba aku meremas lenganmu
Ada ancaman di mata-mata sapi dengan tanduk-tanduk tajamnya
Kikuk, remasan itu melunak menjadi genggaman dan bergerak turun ke telapak tangan
Hingga tiba

~
Sengatan listrik di ujung jemari membuat kita candu
Sembunyi-sembunyi kita tautkan dalam gelap di tengah pemutaran film saat serempak mengambil berondong jagung

Sengatan itu sampai ke kepala dan merombak ulang pemikiran, cita-cita, semua yang rapi kususun
– bukan bersamamu

Pandangan yang kita curi satu sama lain
Sentuhan-sentuhan yang kita cari-cari waktunya
Gambar hati yang buru-buru kau hapus dari punggung tanganmu sesaat setelah aku iseng mencoretkannya

Dari semua itu kita tahu ‘kita tak dapat bersatu’
walau bersamamu bagai sebuah mimpi terwujud bagiku
Merasakan cinta yang jatuh dan sadar harus pupus pada akhirnya

Andai bisa kubeli waktu
Aku ingin ribuan detik retrouvailles bersamamu

140524
@kekasihpuisi

Malam Puisi Palembang #9

… yang pantaskah diberi?

Aku sedang mencoba merapikan logika dan rasa.

Mereka begitu berantakan berjibaku.

 

Kudengar pikiran membicarakan perihal norma dan ketidakberhargaan.

Ia bertengkar dengan hati yang mendayu-dayu mengumandangkan kerelaan.

 

Kerelaan memberi.

Memberi sesuatu…

 

… yang pantaskah diberi?

 

140510_013938.pngcr

 

@kekasihpuisi

Meaningfull vs Worthless…

Aku Rumahmu

Tuntaskah pengembaraanmu, Sayang?
Mencicipi beragam air dan madu seluruh penjuru dunia.

Aku menantimu kembali ke pelukanku
tak berubah.
Menulis surat setiap hari padamu
walau bukan suratku yang kau tunggu.

Dunia memberi debar padamu
– aku memberi hangat dari genggam tanganku
Dunia mencumbumu panas
– aku memelukmu damai hingga ke hati

Aku melihatmu teramat berharga
Anugerah yang diturunkan Tuhan ke dunia

Tak harus melakukan apa-apa
Tak harus menjadi apa-apa
Kau lebih cantik dari apapun.

Apa lagi yang kau cari, Sayang?
Pulanglah
Aku rumahmu

140505/22:31

@kekasihpuisi
Image

Teruntuk Kamu-ku

Aku sedang bergulat dengan hidup dan pikiranku sendiri
Untuk kita
Sesekali aku kehilangan fokus dan berjalan menjauh darimu.
Peluk aku dalam cahayamu agar tak kehilangan arah lagi.

Aku menujumu
Menuju kita
Bersabarlah menunggu.

140503/10:38WIB

 

Let It Be Like This

You have your own life,

and I have mine.

We also have our own togetherness.

 

Just live your life,

and I live mine

as well as we can.

 

If you have to shed tears

and sweat to be swept,

just come back to me.

I’ll make it all right.

 

Image

 

Palembang, tutup buku

@kekasihpuisi