Monthly Archives: October 2012

Elegi Menyusul Cahaya

Dalam tidur kubawa perca deskripsi tempat-tempat tersinggah
membentangnya menjadi lembar warna yang lebar
menempelnya dalam-dalam pada setiap cerita
agar dirimu tahu setiap lelap adalah mimpi akanmu
– kenangan tentang kecupan pagimu yang selalu sigap menyusul mata membahana kepada cahaya; Sepanjang waktu

Tersisihkanlah memori dimana semua tergenang saat kita pergi sejenak mencari bagian tertinggal
sisakan isak kesal dan sepatu baru mengapung basah pada koridor penuh barang terbiar

Nyalakan mentari
hingga kengerian terang benderang
hingga rerumput sendu mengerut tertimpa cahaya
mengubur diri ke bumi

Cerah sudah
Bersih sudah
Pada akhirnya kita teringat mencari hidup untuk dihias sayap-sayapnya

@kekasihpuisi

Catatan:

Puisi ini kubuat sekitar 2 tahun yang lalu, dan kembali dipost dengan revisi di sana-sini.

“Aku tak serta merta membenci masa lalu, karena masa lalu yang menempa pribadi saat ini.”

Advertisements

#3

Kita menghirup udara di belahan dunia berbeda.

Walau kau tak mengenalku, aku mencintaimu dengan baik.

~ @kekasihpuisi 121027

#2

Saat terpisah

aku berharap salah satu atau keduanya dari kita berdiri di tempat terang

agar dapat saling menemukan.

~ @kekasihpuisi 121020